Perubahan Nilai Kuat Tekan Lempung Lunak Distabilisasi Dengan Kapur dan Limbah Pembakaran Batubara

Azra Zulnasari(1), Soewignjo Agus Nugroho(2*), Ferry Fatnanta(3)

(1) Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Riau, Pekanbaru, Riau, Indonesia
(2) Prodi Magister Teknik Sipil, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Riau, Pekanbaru, Riau, Indonesia
(3) Prodi Magister Teknik Sipil, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Riau, Pekanbaru, Riau, Indonesia
(*) Corresponding Author

DOI: https://doi.org/10.25077/jrs.17.1.24-36.2021

Copyright (c) 2021 Azra Zulnasri, Soewignjo Agus Nugroho, Ferry Fatnanta

Abstract


Suatu bangunan infrastruktur yang akan dibangun terkait langsung dengan aspek yang paling penting yaitu tanah pendukung, karena berfungsi sebagai menerima dan menahan beban struktural diatasnya. Dalam kenyataannya, tidak semua tanah mempunyai perilaku fisik dan mekanis yang baik, salah satu contohnya ditandai dengan kadar air yang tinggi serta kuat tekan maupun daya dukung tanah yang rendah. Untuk mengevaluasi kemungkinan terjadinya kondisi tersebut maka dilakukan stabilisasi terhadap tanah agar memenuhi persyaratan teknis yang diperlukan. Stabilisasi tanah yang akan ditelaah yaitu perbaikan tanah lempung dengan dicampur zat aditive yaitu kapur, abu terbang serta abu dasar. Kapur dan geopolimer abu batubara, yaitu abu terbang abu dasar, sudah banyak digunakan untuk meningkatkan kuat geser dan daya dukung tanah. Tujuan penelitian adalah mengamati perilaku tanah lempung dengan kembang susut tinggi yang distabilisasi dengan kapur, abu terbang dan abu dasar. Perilaku yang diamati adalah peningkatan kekuatan tanah dengan pengujian laboratorium, yaitu nilai kuat tekan bebas Tanah. Pada penelitian ini pengujian kuat tekan dilakukan dengan 6 perlakuan yaitu:  tanpa pemeraman dan tanpa perendaman; tanpa pemeraman dengan perendaman; pemeraman 7 hari dengan tanpa perendaman; pemeraman 7 hari dan perendaman; pemeraman 28 hari dan  tanpa perendaman, serta pemeraman 28 hari dan perendaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan tersebut akan semakin meningkat seiring dengan lamanya waktu pemeraman. Begitu juga dengan semakin bertambahnya persentase zat aditif maka nilai kuat tekan juga cenderung semakin meningkat. Sedangkan dengan perlakuan pemeraman terhadap sampel mengakibatkan penurunan nilai kuat tekan. Nilai kuat tekan tertinggi berada pada Variasi VI sebesar 1506,158 kPa pada kondisi pemeraman 28 hari dan tanpa perendaman dimana persentase bahan tambah yang terkandung yaitu 25% abu terbang, 15% abu dasar dan 5% kapur. Sedangkan nilai Kuat Tekan Bebas terendah pada Variasi III sebesar 120,442 kPa pada kondisi tanpa pemeraman dan perendaman dengan persentase bahan tambah yang terkandung yaitu 10% abu terbang, 15% abu dasar dan 5% kapur.

Keywords


Abu dasar; Abu terbang; Kapur; Lempung; Stabilisasi

Full Text:

PDF

References


Anak Geliga, E., & Awg Ismail, D. S. (2010). Geotechnical Properties of Fly Ash and its Application on Soft Soil Stabilization. Journal of Civil Engineering, Science and Technology, 1(2), 1–6. https://doi.org/10.33736/jcest.73.2010

Apriyanti, Y., & Hambali, R. (2014). Pemanfaatan Fly Ash untuk Peningkatan Nilai CBR Tanah Dasar. 2, 151–162.

ASTM D-442. (2010). Standard Test Method for Particle Size Analysis of Soils. In ASTM Standards. ASTM International.

Bhurtel, A., & Eisazadeh, A. (2019). Strength and Durability of Bottom Ash and Lime Stabilized Bangkok Clay. KSCE Journal of Civil Engineering, L. https://doi.org/10.1007/s12205-020-0850-3

Bowles, J. E. (1979). Physical and geotechnical properties of soils. In Physical and geotechnical properties of soils.

Budhu, M. (2011). Soil Mechanics and Foundations (M. Budhu (ed.); 12th ed.). John Wiley & Sons.

Budi, G. S., Cristanto, A., & Setiawan, E. (2003). Pengaruh Fly Ash terhadap Sifat Pengembangan Tanah Ekspansif. Civil Engineering Dimension, 5(1), 20–24.

Chen, F. H. (2012). Foundation on Expansive Soils: Developments in Geotechnical Engineering (12th ed.). Elsevier Ltd.

Darmawan, W., Rachmansyah, A., & Zaika, Y. (2018). Perubahan Stabilitas Tanah Akibat Penambahan Kapur, Semen, dan Fly Ash pada Tanah Lunak Proyek Tol Gempol-Pasuruan. JOM Jurusan Teknik Sipil UB, 1(2), 993–1004.

Davidson, D. T. (1962). Soil Stabilization ’ With Lime Fly Ash Iowa Engineering Experiment Station ·. Iowa State University Bulletin, 26.

Devi, C. R., Surendhar, S., Kumar, P. V., & Sivaraja, M. (2018). Bottom Ash as an Additive Material for Stabilization of Expansive Soil. 4(2), 174–180.

Dissanayake, T. B. C. H., Senanayake, S. M. C. U., & Nasvi, M. C. M. (2017). Comparison of the Stabilization Behavior of Fly Ash and Bottom Ash Treated Expansive Soil. Engineer: Journal of the Institution of Engineers, Sri Lanka, 50(1), 11.

https://doi.org/10.4038/engineer.v50i1.7240

Hardiyatmo, H. C. (2010). Stabilisasi Tanah untuk Perkerasan Jalan. In Stabilisasi Tanah untuk Perkerasan Jalan. Universitas Gajah Mada.

Harianto, T., Tamayanti, F. A., & Maricar, M. I. (2017). Studi Karakteristik Mekanis Tanah Menggunakan Fly Ash Sebagai Bahan Stabilisasi.

Alaska Soil Stabilization Guide, AK 99709-5399 (2002).

Huri, A. D., Yulianto, K., R W, S. P., & Hardiyati, S. (1989). Stabilisasi Tanah dengan Fly Ash dan Semen untuk Badan Jalan PLTU Asam-Asam. 1–8.

Ikeagwuani, C. C., & Nwonu, D. C. (2019). Emerging trends in expansive soil stabilisation: A review. Journal of Rock Mechanics and Geotechnical Engineering, 11(2), 423–440. https://doi.org/10.1016/j.jrmge.2018.08.013

Kulkarni, T. A., Padalkar, P. A., & Joshi, C. G. (2017). Stabilization of Soil By Using Fly Ash & Lime. 32, 32–38.

Kusuma, R. I., Mina, E., & Rahman, T. (2013). Stabilisasi Tanah Lempung Menggunakan Fly Ash Terhadap NIlai CBR. Jurnal Fondasi, 2(2), 51–60.

Le, T. M., Dang, L. C., & Khabbaz, H. (2019). Strength Characteristics of Lime and Bottom Ash Reinforced Expansive Soils. Geo-Congress 2019 GSP 309, 352–362.

Mohanty, M. K. (2015). Stabilization of Expansive Soil Using Fly Ash (Issue May).

Pinasang, D. B. (2016). Analisis Campuran Kapur-Fly Ash dan Kapur-Abu Sekam Padi Terhadap Lempung Ekspansif. 6(3), 535–546.

Purnama, Y. (2018). Pengaruh Penambahan Bottom Ash Pada Tanah Lempung Ekspansif di Daerah Lakarsantri Surabaya terhadap Nilai Daya Dukung Pondasi Dangkal. 1–9.

SNI-1742. (2008). Cara Uji Kepadatan Ringan Untuk Tanah. Badan Standarisasi Nasional (BSN).

SNI-1964. (2008). Cara Uji Berat Jenis Tanah. Badan Standarisasi Nasional (BSN).

SNI-1966. (2008). Cara Uji Penentuan Batas Plastis dan Indeks Plastisitas Tanah. Badan Standarisasi Nasional (BSN).

SNI-1967. (2008). Cara Uji Penentuan Batas Cair Tanah. Badan Standarisasi Nasional (BSN).

SNI-3423. (2008). Cara Uji Analisis Ukuran Butir Tanah. Badan Standarisasi Nasional (BSN).

SNI-3638. (2012). Metode Uji Kuat Tekan-Bebas Tanah Kohesif. Badan Standarisasi Nasional (BSN).

Suhardjito. (1989). Teknik Pondasi (L. Geoteknik (ed.); 1st ed.). Pusat Antar Universitas (PAU) Institut Teknologi Bandung.

Supriyono. (1997). Perilaku Kembang dan Susut Lempung Ekspansif.

Wardani, S. P. R. (2008). Pemanfaatan Limbah Batubara (Fly Ash) untuk Stabilisasi Tanah maupun Keperluan Teknik Sipil Lainnya dalam Mengurangi Pencemaran Lingkungan. Pidato Pengukuhan Guru Besar, 1–71.




Jurnal Rekayasa Sipil (JRS)-Universitas Andalas (Unand). ISSN: 1858-2133 (print) & 2477-3484 (online)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
View JRS-Unand Stats