Pengaruh Perubahan Kadar Air Tanah Terhadap Stabilitas Dinding Penahan Tanah Jenis Bronjong

Andriani Andriani(1*), Hanafi Hanafi(2), Abdul Hakam(3)

(1) Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Andalas. Padang, Sumatera Barat, Indonesia
(2) Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Andalas. Padang, Sumatera Barat, Indonesia
(3) Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Andalas. Padang, Sumatera Barat, Indonesia
(*) Corresponding Author

DOI: https://doi.org/10.25077/jrs.17.1.85-96.2021

Copyright (c) 2021 Andriani, Hanafi, Abdul Hakam

Abstract


Bronjong merupakan salah satu jenis dinding penahan tanah tipe gravity, dimana tingkat stabilitasnya tergantung dari berat konstruksi dan jenis timbunan yang digunakan.  Dinding penahan tanah merupakan suatu konstruksi yang digunakan untuk menahan tekanan lateral dari masa tanah dengan  ketinggian tertentu, untuk itu stabilitas dinding penahan tanah harus memenuhi syarat agar aman terhadap beban yang bekerja. Salah satu faktor yang mempengaruhi stabilitas dinding penahan tanah adalah kuat geser tanah timbunan dibelakang dinding. Pada lokasi tertentu terkadang sulit untuk menemukan jenis tanah berbutir kasar, sehingga digunakan jenis tanah berbutir halus. Penggunaan tanah berbutir halus sebagai bahan timbunan  dipengaruhi oleh kadar air, sehingga kuat geser tanah akan berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tingkat  stabilitas  jangka pendek dan jangka panjang dinding penahan tanah tipe bronjong di km 31+800 ruas jalan nasional Lubuk Selasih – Batas kota Padang dan menganalisis pengaruh berbagai variasi kadar air terhadap kuat geser tanah timbunan. Parameter kuat geser yang ditinjau berupa kuat geser total dan kuat geser efektif. Parameter kuat geser didapatkan dari pengujian di laboratorium  menggunakan uji triaksial Unconsolidated Undrained (UU) dan uji triaksial Consolidated Undrained (CU). Sampel yang digunakan dalam pengujian  dipadatkan pada tiga variasi kadar air, yaitu pada kadar air dibawah optimum, pada kadar air optimum dan pada kadar air diatas optimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat geser total dan kuat geser efektif tertinggi diperoleh pada kondisi variasi kadar air terkecil (30 %). Dari perhitungan nilai stabilitas bronjong diperoleh bahwa pada variasi kadar air 30 % dan 40 % tingkat stabilitas bronjong aman terhadap guling, geser dan daya dukung sedangkan pada variasi  kadar air  50 %, dinding bronjong aman terhadap daya dukung tetapi tidak aman terhadap guling dan geser.

Keywords


bronjong; kadar air; kuat geser; stabilitas

Full Text:

PDF

References


Abu-Farsakh, M., Coronel, J., & Tao, M. (2007). Effect of soil moisture content and dry density on cohesive soil–geosynthetic interactions using large direct shear tests. Journal of Materials in Civil Engineering, 19(7), 540–549.

Babu, G. L. S., Raja, J., Basha, B. M., & Srivastava, A. (2016). Forensic analysis of failure of retaining wall. In Forensic Geotechnical Engineering (pp. 451–465). Springer.

Badan Standarisasi Nasional. (1999). SNI 03–0090–1999 Bronjong Kawat. Jakarta, Badan Standarisasi Nasional.

Bláhová, K., Sevelova, L., & Pilarova, P. (2013). Influence of water content on the shear strength parameters of clayey soil in relation to stability analysis of a hillside in Brno region. Acta Universitatis Agriculturae et Silviculturae Mendelianae Brunensis, 61(6), 1583–1588.

Bowles, J. E., & Hainim, J. K. (1984). Sifat-sifat fisis dan geoteknis tanah (mekanika tanah).

Cokca, E., Erol, O., & Armangil, F. (2004). Effects of compaction moisture content on the shear strength of an unsaturated clay. Geotechnical & Geological Engineering, 22(2), 285–297.

Dafalla, M. A. (2013). Effects of clay and moisture content on direct shear tests for clay-sand mixtures. Advances in Materials Science and Engineering, 2013.

Hanafi, H., Putra, H. G., & Andriani, A. (2020). Sliding failure analysis of a gabion retaining wall at km 31+ 800 of Lubuk Selasih–Padang city border highway, Indonesia. 4th International Conference on Earthquake Engineering and Disaster Mitigation, 156, 2005. https://doi.org/https://doi.org/10.1051/e3sconf/202015602005

Liang, Y., & Lovell, C. W. (1982). Strength of Field Compacted Clayey Embankments: Interim Report.

NAVFAC. (1986). Foundation and Earth Structure, Design Manual 7.02 (pp. 7.2-112 – 7.2115).

Peerdawood, C. T., & Mawlood, Y. I. (2010). Analytical Study for Stability of Gabion Walls. J. Pure Appl. Sci./Salahaddin Univ.-Hawler, 22(5).

Wang, L. C., Long, W., & Gao, S. J. (2014). Effect of moisture content, void ratio and compacted sand content on the shear strength of remolded unsaturated clay. Electronic Journal of Geotechnical Engineering, 19(Q), 4413–4426.

Wright, S. G. (2005). Evaluation of soil shear strengths for slope and retaining wall stability analyses with emphasis on high plasticity clays. Project No. 5-1874, 1.

Xu, Y., Wu, S., Williams, D. J., & Serati, M. (2018). Determination of peak and ultimate shear strength parameters of compacted clay. Engineering Geology, 243, 160–167. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.enggeo.2018.07.001

Yuliet, R. (2016). Pengaruh Kadar Air Sisi Kering dan Sisi Basah terhadap Parameter Kuat GEser Tanah Ekspansif. Jurnal Teknik Sipil, 5(2), 113–122.




Jurnal Rekayasa Sipil (JRS)-Universitas Andalas (Unand). ISSN: 1858-2133 (print) & 2477-3484 (online)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
View JRS-Unand Stats