PERBANDINGAN PERILAKU SEISMIK GEDUNG BAJA SMF, EBF DAN CBF MENGGUNAKAN ANALISIS PUSHOVER

Authors

  • Altie Santika Arifin Mahasiswa Prodi Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat
  • Maulidah Nur Rizka Mahasiswa Prodi Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat
  • Ekky Setia Fani Mahasiswa Prodi Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat

DOI:

https://doi.org/10.25077/jrs.22.1.18-31.2026

Keywords:

pushover, SMF, CBF, EBF, daktilitas, base shear

Abstract

Perencanaan struktur baja di daerah rawan gempa memerlukan pemilihan sistem rangka yang mampu memberikan keseimbangan antara kekakuan, daktilitas, dan kapasitas disipasi energi. Penelitian ini membahas perbandingan perilaku seismik gedung baja dua lantai dengan tiga sistem struktur: Special Moment Frame (SMF), Concentrically Braced Frame (CBF), dan Eccentrically Braced Frame (EBF). Analisis dilakukan menggunakan metode pushover pada perangkat lunak SAP2000 untuk mengevaluasi kapasitas beban lateral, distribusi sendi plastis, serta kurva kapasitas base shear–displacement. Parameter yang dianalisis meliputi PMM ratio, simpangan antar lantai, gaya geser dasar, berat struktur, dan daktilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem CBF memiliki base shear terbesar namun perilaku yang sangat kaku, sedangkan EBF memberikan kombinasi paling seimbang antara kekakuan dan daktilitas. Sistem EBF menunjukkan berat struktur paling ringan, area disipasi energi terbesar pada kurva pushover, serta daktilitas tertinggi, sehingga paling direkomendasikan untuk digunakan pada gedung baja di wilayah gempa tinggi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

American Society of Civil Engineers, *Prestandard and Commentary for The Seismic Rehabilitation of Buildings (FEMA 356)*. Washington, D. C.: Federal Emergency Management Agency, 2000.

Badan Standardisasi Nasional, *SNI 1726:2019 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan nongedung*. Jakarta: BSN, 2019.

Badan Standardisasi Nasional, *SNI 1727:2020 Beban desain minimum dan kriteria terkait untuk bangunan gedung dan struktur lain*. Jakarta: BSN, 2020.

Badan Standardisasi Nasional, *SNI 1729:2020 Spesifikasi untuk bangunan gedung baja struktural*. Jakarta: BSN, 2020.

D. R. Benita, “Analisis Perbandingan Kinerja Struktur Baja SRBKK Tipe Inverted-V Pada Gedung Bertingkat 12, 16, Dan 20 Lantai,” Skripsi, Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional Bandung, 2019.

I. Kairatun, E. Budiman, and M. Jamal, “Analisis pushover pada struktur baja dengan bresing menggunakan SAP2000,” *Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Sipil*, vol. 3, no. 1, pp. 50–64, 2019.

J. Christian, “Perbandingan Kinerja Struktur Baja Sistem Tunggal Rangka Terbreis Konsentris Tipe Multi-Story X Dengan 3 Bentang Bresing Pada Bangunan 12 Dan 18 Lantai Menggunakan Profil Wide Flange (WF) Dan Hollow Struktural Section (HSS),” pp. 100–106, 2022.

M. Faytarouni, et al., “Improved brace fracture model for seismic evaluation of concentrically braced frames,” *Engineering Structures*, vol. 206, p. 110184, Mar. 2019.

N. R. Ananda, “Analisis Pengaruh Jumlah Tingkat Terhadap Respon Struktur Baja SRBKK Tipe Inverted-V Dengan Metode Analisis Riwayat Waktu,” Skripsi, Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional Bandung, 2021.

R. Z. Kharisma, “Analisis Kinerja Struktur Pada Gedung Menggunakan Metode Time History Analysis,” Skripsi, Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional Bandung, 2022.

Published

31-03-2026

How to Cite

Arifin, A. S., Rizka, M. N., & Fani, E. S. (2026). PERBANDINGAN PERILAKU SEISMIK GEDUNG BAJA SMF, EBF DAN CBF MENGGUNAKAN ANALISIS PUSHOVER. Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand), 22(1), 18–31. https://doi.org/10.25077/jrs.22.1.18-31.2026

Issue

Section

Articles