Mix Design Dan Karakteristik Teknis SCC Menggunakan High Volume Fly Ash Sebagai Pengganti Semen
DOI:
https://doi.org/10.25077/jrs.20.3.167-181.2024Keywords:
Mix design, reologi beton segar, kuat tekan, kuat tarik belah, modulus elastisitasAbstract
Self Compacted Concrete (SCC) mudah mengalir, mengisi ruang cetakan dan melewati tulangan tanpa pemadatan tanpa segregasi. Untuk mengalirkan agregat kasar diperlukan campuran mortar yang sangat homogen dan mudah mengalir. Penggunaan fly ash dipilih karena butirannya lebih halus dari semen untuk meningkatkan rentang gradasi butiran sehingga beton semakin padat. Mix design SCC pada penelitian ini dilakukan secara bertahap yaitu merancang campuran pasta, merancang mortar dan merancang SCC. Water powder ratio (w/p=0,35), menggunakan pasir Kali Kuning Yogyakarta bergradasi agak kasar. Mix design dihitung untuk 1 m3 SCC.. Komposisi fly ash adalah 0%, 30%, 35%, 40%, 45%, 50%. Komposisi SP direncanakan menggunakan PC-FA40 sebagai rata-rata substitusi partial semen dengan fly ash dengan variasi 1,2%, 1,4%, 1.6%, 1,8%, 2%. Pengujian flow mortar menggunakan electric flow table dan kuat tekan umur 3 dan 28 hari diperoleh dari uji kubus mortar berukuran 5cm x 5 cm x 5cm. Karakteristik reologi SCC diukur menggunakan slump flow, V-funnel, L-box dan segregation resistance set sesuai EFNARC 2005. Karakteristik beton keras meliputi kuat tekan, kuat tarik belah dan modulus elastisitas diperoleh berdasarkan hasil uji tekan benda uji silinder pada umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar optimum superplasticizer pada mortar adalah 1,8%, menghasilkan flow mortar sebesar 252,73 mm dan kuat tekan umur 28 hari sebesar 47,09 MPa. Kadar optimum fly ash pada mortar adalah 50% dari semen, menghasilkan flow mortar sebesar 300,35 mm dan kuat tekan umur 28 hari sebesar 49,77 MPa. Pada mortar umur 3 hari pengaruh semen terhadap kuat tekan mortar lebih dominan sedangkan pada umur 28 hari pengaruh fly ash yang lebih dominan. Reaksi fly ash lebih lambat dari pada semen. Tidak semua mix design yang dirancang memenuhi kriteria SCC terutama kemampuan beton melewati tulangan. Mix design PC-FA30 menghasilkan kuat tekan tertinggi sebesar 34,88 Mpa. Kuat tarik belah tertinggi sebesar 8,69 Mpa pada PC-FA50. Modulus elastisitas tertinggi pada PC-FA0 sebesar 17893,94 Mpa. Penambahan fly ash sebagai pengganti sebagian semen meningkatkan kuat tekan, tetapi modulus elastis terus mengalami penurunan.
Downloads
References
Amalia, A., & Riyadi, M. (2019). Kualitas Beton SCC dengan Substitusi Agregat Halus Tailing Tambang Emas Daerah Pongkor. MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL, 25(1). https://doi.org/10.14710/mkts.v25i1.18500
Anthony Magma Purwowidiatmoko. (2017). Perancangan Flow Mortar untuk pembuatan Self Compacting Concrete dengan FAS 0,3. Universitas Gadjah Mada.
ASTM C469-02. (2002). Standard Test Method for Static Modulus of Elasticity and Poisson’s Ratio of Concrete in Compression. ASTM Standard Book, 04.
BSN. (2019). SNI-2847-2019-Persyaratan-Beton-Struktural-Untuk-Bangunan-Gedung-1.
Putra, D. M., & Widjaja, D. (2015). HUBUNGAN KUAT TARIK BELAH DENGAN KUAT TEKAN BETON RINGAN DENGAN CRUMB RUBBER DAN PECAHAN GENTENG . Rekayasa Sipil, 4(2), 76–88.
ENFARC. (2005). The European Guidelines for Self-Compacting Concrete Specification, Production and Use “The European Guidelines for Self Compacting Concrete.†www.efnarc.org
Morib, M. A., Jacob, O., & Halawa, E. S. (2024). METODE PARTICLE PACKINGDAN REOLOGI BETON SEGAR SELF COMPACTED CONCRETE(SCC). Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil XIII, 36–41.
Morib, Laowo, & Hulu. (2021). Kuat Tekan Dan Kuat Tarik Belah Beton Mutu Tinggi Umur 3 Hari Menggunakan Material Hasil Pembakaran Sebagai Pengganti Sebagian Semen. Prosiding CEEDRiMS2021. https://publikasiilmiah.ums.ac.id/xmlui/handle/11617/12686
Morib, M. A., Zai, H. F., & Ariyani, N. (2024). Perancangan Campuran Self Compacted Concrete Berdasarkan Kuat Tekan dan Aliran Mortar Maksimum Menggunakan Agregat Kering Udara. Jurnal Teknik Sipil, 20(1), 75–93. https://doi.org/10.28932/jts.v20i1.6401
Morib, Margeritha. A., Telaumbanua, Anugrah. J., & Zebua, Yosua. E. (2024). PERANCANGAN MORTAR SEBAGAI MEDIA ALIR AGREGAT KASAR DALAM SCC MENGGUNAKAN FLY ASHSEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN. Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil XIII, 9–16.
Nuraini, K., Budiman, Y. I., & Subrata, B. (2019). Penggunaan abu terbang dalam campuran beton sedikit semen portland. Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat, September.
Nurfaizi, E., Setiya Budi, A., & Adi Kristiawan, S. (2019). KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANG HIGH VOLUME FLY ASH (HVFA) MEMADAT SEBDIRI DENGAN KADAR FLY ASH 60% TERHADAP BETON NORMAL.
Okamura, H., & Ouchi, M. (2003). Self-Compacting Concrete. In Journal of Advanced Concrete Technology (Vol. 1, Issue 1).
Regar, R. G., Sumajouw, M. D. J., & Dapas, S. O. (2014). Nilai Kuat Tarik Belah Beton Dengan Variasi Ukuran Dimensi Benda Uji. Jurnal Sipil Statik, 2(5).
Setiawati, M. (2018). Fly ash sebagai bahan pengganti semen pada beton. Prosiding Semnastek.
Ulitua, L. D., & Gole, R. D. (2023). Perancangan campuran mortar kering (dry mix) untuk grouting dengan abu ampas tebu sebagai substitusi parsial semen. Universitas Kristen Immanuel.
Wenno, R., Wallah, S. E., & Pandaleke, R. (2014). Kuat tekan mortar dengan menggunakan abu terbang (fly ash) asal PLTU Amurang sebagai substitusi parsial semen. Jurnal Sipil Statik, 2(5).
Widodo, S. (2004). Optimalisasi Kuat Tekan Self-Compacting Concrete Dengan Cara Trial-Mix Komposisi Agregat Dan Filler Pada Campuran Adukan Beton. Penelitian Saintek.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Margeritha Agustina Morib, Ninik Ariyani, Anugrah Jaya Telaumbanua, Yosua Emmanuel Zebua

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS) is licensed under CC BY-NC 4.0