IDENTIFIKASI TANAH LEMPUNG KOTA PADANG BERDASARKAN UJI KLASIFIKASI TEKNIK DAN UJI BATAS-BATAS KONSISTENSI ATTERBERG

Rina Yuliet(1*)

(1) Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Andalas
(*) Corresponding Author

DOI: https://doi.org/10.25077/jrs.6.2.19-30.2010

Copyright (c) 2010 Rina Yuliet

Abstract


Tanah-tanah yang banyak mengandung lempung mengalami perubahan volume ketika kadar air berubah. Pengurangan kadar air menyebabkan lempung menyusut dan sebaliknya bila kadar air bertambah lempung mengembang. Perubahan volume tanah yang besar dapat membahayakan bangunan sehingga perlu penanganan yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi mengembang tanah lempung di kota Padang dan untuk mengetahui derajat pengembangannya. Metode yang digunakan untuk identifikasi tanah lempung adalah uji klasifikasi teknik dan uji batas-batas konsistensi Atterbergh. Berdasarkan uji yang dilakukan secara keseluruhan terlihat bahwa dari 9 kriteria yang diberikan untuk masing-masing daerah hanya 24,07% dari kriteria tersebut yang menyatakan derajat pengembangan rendah, 16,67% derajat pengembangan sedang, 33,33% derajat pengembangan tinggi dan 25,93% menyatakan derajat
pengembangan sangat tinggi. Jika suatu tanah diklasifikasikan sebagai tanah dengan potensi mengembang yang rendah, maka konstruksi standar bisa digunakan. Namun demikian jika tanah memiliki potensi mengembang yang sedang dan tinggi maka tindakan pencegahan perlu diambil.

Keywords: Tanah lempung mengembang, uji klasifikasi teknik, derajat pengembangan.

Full Text:

PDF


Jurnal Rekayasa Sipil (JRS)-Universitas Andalas (Unand). ISSN: 1858-2133 (print) & 2477-3484 (online)
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Creative Commons License