Pemetaan Spectral Accelaration Daerah Yogyakarta Dengan Pendekatan Probabilistic Seismic Hazard Analysis

Eka Faisal Nurhidayatullah(1*), Dwi Kurniati(2)

(1) Program Teknik Sipil, Universitas Teknologi Yogyakarta, Yogyakarta
(2) Program Teknik Sipil, Universitas Teknologi Yogyakarta, Yogyakarta
(*) Corresponding Author

DOI: https://doi.org/10.25077/jrs.16.3.217-229.2020

Copyright (c) 2020 Eka Faisal Nurhidayatullah, Dwi Kurniati

Abstract


Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki tingkat aktivitas seismik yang tinggi, sudah berulang kali mengalami kejadian bencana gempa yang merugikan. Berbagai upaya untuk meminimalisir dampak bencana gempa bumi sudah dilakukan sebelumnya. Salah satunya yaitu dengan menerbitkan dan memperbaharui peta gempa secara berkala. Indonesia sedari lama menggunakan gempa sebagai acuan perencanaan infrastruktur, yaitu sejak tahun 1983 hingga yang terbaru yaitu peta gempa tahun 2017. Namun gempa berkekuatan 6,3 SR yang terjadi pada bulan Mei 2006 menunjukkan masih banyak bangunan terutama engineered yang hancur. Melihat begitu dahsyatnya dampak yang ditimbulkan oleh gempa tersebut maka mitigasi lebih lanjut terkait dengan bencana gempa perlu dilakukan untuk meminimalisir kerugian apabila bencana sejenis kembali terjadi dikemudian hari. Perlu dilakukan pembuatan peta gempa berskala mikro (daerah) guna perencanaan, estimasi kerusakan bangunan, korban jiwa dan kerugian secara ekonomi akibat kejadian gempa dimasa datang mengingat peta gempa yang dirilis pemerintah sampai saat ini masih berskala makro (nasional). Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis angka percepatan tanah permukaan dengan luaran berupa peta gempa berskala mikro pada wilayah provinsi Yogyakarta. Data gempa diperoleh dari rekaman gempa dengan maksimum radius 500 km dari pusat kota Yogyakarta yang telah dipublikasi oleh USGS antara tahun 1900 sampai dengan 2020. Declustering dilakukan terhadap data historis dan sebaran peta gempa sehingga hanya digunakan gempa utama dengan magnitude ≥ 5 Mw. Dalam studi ini digunakan fungsi atenuasi Campel-Bozorgonia NGA (2008) untuk gempa Sesar, Atkinson-Boore Worldwide Data NGA (2003) intraslab dan interface untuk gempa subduksi benioff serta megahtrust. Nilai spectral acceleration (Sa) diperoleh dengan  menggunakan pendekatan Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA). Hasil analisis probabilistik percepatan gerakan tanah kemudian dikembangkan menjadi peta pada beberapa periode ulang gempa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh peta probabilitas terlampaui 7% dalam 75 tahun didapatkan nilai spectral acceleration percepatan tanah puncak (PGA) berada dikisaran 0,525 – 0,688g, periode pendek 1,055 – 1,7g serta periode 1 detik 0,535 -0,695g. Pada peta probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun diperoleh nilai spectral acceleration PGA yaitu 0,6 – 0,79g, periode pendek 1,325 – 2,1 g serta periode panjang 0,65 -0,85 g. Sedangkan pada peta probabilitas terlampaui 2% dalam 100 tahun, nilai spectral acceleration PGA berada diantara 0,66 – 0,86g, periode pendek  1,625 – 2,465g serta periode 1 detik 0,755 -0,995g. Tingkat aktivitas kegempaan pada klaster subduksi megathrust 1 serta sesar opak dilihat dari a-value, b-value  serta Mc ditengarai memicu adanya peningkatan nilai spectral acceleration wilayah Yogyakarta dibanding peta hazard tahun 2017.

Keywords


Gempa bumi; Peta gempa; PSHA; Periode ulang gempa; Spectral acceleration

Full Text:

PDF

References


Asrurifak, M. (2016). Peta Gempa Indonesia (SNI 1726-2012) dan Spektrum Response Disain untuk Perencanaan Struktur Bangunan Tahan Gempa dalam Aspek Geoteknik. Jakarta : Workshop Continuing Professional Development (CPD) Ahli.

Badan Standarisasi Nasional. (2019). SNI 1726-2019 : Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan nongedung (Issue 8). Jakarta : BSN Press.

BAPPENAS. (2006). Penilaian Awal Kerusakan dan Kerugian Bencana Alam di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Jakarta : BAPPENAS.

Irsyam, M. (2010a). Peran dan Pengembangan Rekayasa Geoteknik Kegempaan di Indonesia Dalam Pembangunan Infrastruktur Tahan Gempa. Pidato Ilmiah Guru Besar Institut Teknologi Bandung.

Irsyam, M. et al. (2010b). Ringkasan Hasil Studi Tim Revisi Peta Gempa Indonesia 2010. Bandung : Tim Revisi Gempa Indonesia.

Makrup, L. (2013). Seismic Hazard untuk Indonesia. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Ordaz, M., & Salgado-Galvez, M. A. (2020). R-CRISIS v20 Validation and Verification Document. Mexico city: ERN Technical Report.

Pawirodikromo, W. (2012). Seismologi Teknik dan Rekayasa Kegempaan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Pusat Studi Gempa Nasional. (2017). Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017. Bandung : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Umum dan Perumahan Rakyat.

Saputra, E., Makrup, L., Nugraheni, F., & Pawirodikromo, W. (2020). Analisis Percepatan Tanah Permukaan Di Wilayah Riau Dengan Metode Psha. Teknisia, XXV(1), 42–49. https://doi.org/10.20885/teknisia.vol25.iss1.art5

Saputro, I. T., & Aris, M. (2018). Analisis Percepatan Tanah Puncak Akibat Gempa Pada Kota Sorong Sebagai Upaya Mitigasi Bencana. Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun, 4(2), 14. https://doi.org/10.33506/rb.v4i2.168

Simamora, J. T., & Namigo, E. L. (2016). Pemetaan Magnitude of Completeness (Mc) untuk Gempa Sumatera. Jurnal Fisika Unand, 5(2), 179–186. https://doi.org/10.25077/jfu.5.2.179-186.2016

Sunardi, B. (2009). Analisa Fraktal Dan Rasio Slip Daerah Bali-Ntb Berdasarkan Pemetaan Variasi Parameter Tektonik. Jurnal Meteorologi Dan Geofisika, 10, 58–65.

USGS. (2020). Data gempa antara tahun 2017 sampai dengan 2020 dalam radius 500 km dari pusat kota Yogyakarta.

Wiemer, S. A. (2001). Software Package to Analyze Seismicity: ZMAP (p. Vol.72, No. 3, 373-382). Seismological Research Letters.




Jurnal Rekayasa Sipil (JRS)-Universitas Andalas (Unand). ISSN: 1858-2133 (print) & 2477-3484 (online)
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Creative Commons License View JRS-Unand Stats