Penerapan Standar Bangunan Tahan Gempa Dalam Detailed Engineering Design Di Sumatera Barat

Des Indri Prihantony(1*), Afrizal Afrizal(2), Rika Ampuh Hadiguna(3), Taufika Ophiyandri(4)

(1) Prodi Doktor Studi Pembangunan, Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat
(2) Jurusan Sosiologi, Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat
(3) Jurusan Teknik Industri, Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat
(4) Jurusan Teknik Sipil, Universitas, Padang, Sumatera Barat
(*) Corresponding Author

DOI: https://doi.org/10.25077/jrs.16.3.166-177.2020

Copyright (c) 2020 Des Indri Prihantony, Afrizal, Rika Ampuh Hadiguna, Taufika Ophiyandri

Abstract


Penerapan standar bangunan tahan gempa menjadi faktor penting dalam upaya pengurangan risiko bencana di daerah rawan gempa seperti Sumatera Barat. Penerapan tersebut tidak hanya pada saat konstruksi saja tapi juga sudah harus dimulai sejak tahap perencanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana perencanaan teknis bangunan di Sumatera Barat mematuhi standar bangunan tahan gempa yang ditetapkan oleh pemerintah. Metode yang dipergunakan adalah dengan melakukan penghitungan ulang beberapa dokumen perencanaan bangunan publik yang dibuat dalam 10 tahun terakhir dan membandingkannya dengan standar Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa dari Kementerian Pekerjaan Umum. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tingkat pemenuhan standar perencanaan bangunan tahan gempa di Sumatera Barat hanya berada di kisaran angka 40,54 sampai 62,16 persen saja. Meskipun secara umum perencanaan-perencanaan tersebut telah memenuhi standar jarak dan diameter sengkang, namun panjang tekukan, panjang penyaluran pembesian, luas tulangan tekan minimum dan luas tulangan tarik minimum tidak terpenuhi. Hal ini sekaligus dapat mengindikasikan bahwa pengalaman gempa besar Padang tahun 2009 yang diikuti oleh kampanye pemerintah tentang bangunan ramah gempa tidak memberikan pengaruh yang signifikan bagi penerapan standar bangunan tahan gempa dalam perencanaan teknis bangunan gedung di Sumatera Barat.


Keywords


gempa; bangunan tahan gempa; pengurangan risiko bencana; sumatera barat

Full Text:

PDF

References


Amri, M. R., Yulianti, G., Yunus, R., Wiguna, S., Adi, A. W., Ichwana, A. N., Randongkir, R. E., & Septian, R. T. (2016). Risiko Bencana Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana. http://inarisk.bnpb.go.id/pdf/Buku RBI_Final_low.pdf

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2017). Data dan Informasi Bencana Indonesia. http://dibi.bnpb.go.id/data-bencana/.

Benson, C., & Twigg, J. (2007). Tools for Mainstreaming Disaster Risk Reduction: Organisations Tools for Mainstreaming Disaster Risk: Disaster Risk. Int. Fed. Red Cross Red Crescent Soc./ProVention Consort, 1–184.

Bosher, L., & Dainty, A. (2011). Disaster risk reduction and ‘built‐in’resilience: towards overarching principles for construction practice. Disasters, 35(1), 1–18. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1111/j.1467-7717.2010.01189.x

Bosher, L. S., Von Meding, J., Johnson, C., Arefian, F. F., Chmutina, K., & Chang-Richards, Y. (2016). Disasters and the built environment. Research roadmap. https://s3-eu-west-1.amazonaws.com/pstorage-loughborough-53465/17084240/CIBW120RoadmapPublication.pdf

Direktorat Jenderal Cipta Karya. (2006). Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa dilengkapi dengan Metode dan Cara Perbaikan Kerusakan. Kementerian Pekerjaan Umum. http://ciptakarya.pu.go.id/dok/hukum/pedoman/pedoman_teknis_bangunan_tahan_gempa.pdf

Henstra, D., & McBean, G. (2005). Canadian disaster management policy: Moving toward a paradigm shift? Canadian Public Policy/Analyse de Politiques, 31(3), 303–318.

Spence, R., & Kelman, I. (2004). Editorial. Building Research & Information, 32(5), 364–367. https://doi.org/10.1080/0961321042000244129

Tanjung, J. (2019). Investigasi Pasca Bencana Gempa Bumi: Identifikasi Kesalahan Konstruksi Beton Bertulang. Fakultas Teknik Unand.

Witt, E., Sharma, K., & Lill, I. (2014). Mapping construction industry roles to the disaster management cycle. Procedia Economics and Finance, 18, 103–110.

Zhang, L., Liao, W., Li, J., & Wang, Q. (2015). Estimation of the 2010 Mentawai tsunami earthquake rupture process from joint inversion of teleseismic and strong ground motion data. Geodesy and Geodynamics, 6(3), 180–186.




Jurnal Rekayasa Sipil (JRS)-Universitas Andalas (Unand). ISSN: 1858-2133 (print) & 2477-3484 (online)
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Creative Commons License View JRS-Unand Stats