Karakteristik Kuat Tekan Bebas Stabilisasi Semen Dan Kapur Tanah Cl-Ml Terhadap Siklus Pembasahan Pengeringan

Hengki Tornando(1), Ferry Fatnanta(2*), Gunawan Wibisono(3)

(1) Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Riau, Pekanbaru, Riau
(2) Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Riau, Pekanbaru, Riau
(3) Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Riau, Pekanbaru, Riau
(*) Corresponding Author

DOI: https://doi.org/10.25077/jrs.16.2.105-118.2020

Copyright (c) 2020 Hengki Tornando, Ferry Fatnanta, Gunawan Wibisono

Abstract


Menurut grafik Casagrande tanah CL-ML diklasifikasikan tanah yang memiliki nilai indek plastisitas antara 4% - 7%, dan memiliki batas cair berkisar antara 12% - 30%. Beberapa lokasi di Kecamatan Tanayan Raya Kota Pekanbaru terdapat jenis tanah CL-ML, sifat dari tanah CL-ML ini sangat rentan terhadap penambahan kadar air sehingga akan menyebabkan tanah ini menjadi lembek pada musim hujan dan menjadi pecah-pecah pada saat musim kemarau. Dengan adanya sifat ini akan menjadi masalah jika dilakukan suatu konstruksi di atas tanah ini. Salah satu cara untuk memperbaiki  permasalahan ini maka dilakukan stabilisasi tanah. Bahan yang digunakan untuk stabilisasi pada penelitian ini yaitu menggunakan bahan semen dan kapur, siklus pembasahan dilakukan dengan cara merendam sampel pengujian ke dalam air dan siklus pengeringan dilakukan dengan cara sampel pengujian di letakkan (diangin-anginkan) di dalam ruangan terbuka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siklus pembasahan dan pengeringan dapat mempengaruhi nilai kuat tekan bebas dari tanah CL-ML. Penambahan 4% kapur dan 3% semen  pada tanah CL-ML meningkatkan nilai kuat tekan bebas. Pada umur pemeraman 0 (nol) hari nilai kuat tekan bebas tanah asli sebesar 133 kPa meningkat menjadi  673 kPa (5 kali lipat), pemeraman 14 (empat belas) hari   dari  142 kPa menjadi 1014 kPa (7 kali lipat), pemeraman 28 (dua puluh delapan) dari 168 kPa menjadi 1513 kPa ( 9 kali lipat).

Keywords


Kuat tekan bebas; Siklus pembasahan pengeringan; tanah CL-ML; stabilisasi semen dan kapur

Full Text:

PDF

References


Adha, I. (2011). Pemanfaatan Abu Sekam Padi Sebagai Pengganti Semen Pada Metode Stabilisasi Tanah Semen. Jurnal Rekayasa, 15(1).

Badan Standar Nasional Republik Indonesia. (1994). SNI 03-3438-1994. Tata Cara Pembuatan Rencana Stabilisasi Tanah Dengan Semen Portland Untuk Jalan.

Das, B. M. (1988). Mekanika Tanah (Prinsip-Prinsip Mekanika Tanah) Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Hardiyatmo, H. C. (2010). Stabilisasi Tanah Untuk Perkerasan Jalan Edisi Pertama. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Ingles, O. G., & Metcalf, J. B. (1972). Soil Stabilization Stabilized-Principles and Practice. Butterworths, Sydney, Melbourne, Brisbane.

Pratama, D., Fatnanta, F., & Muahrdi. (2017). Karakterisitik Nilai Kuat Tekan Bebas Stabilisasi Semen Tanah CL-ML Terhadap Siklus Pembasahan Dan Pengeringan.

Pratito, M., Safitri, W., & Safitri, C. N. (2014). Pengaruh Siklus Pengeringan Dan Pembaahan Terhadap Sifat Fisik, Mekanik Dan Dinamik Pada Tanah Tanggul Sungai Begawan Solo Cross Ection 0+500 Desa Semambung Bojonegoro Tang Distabilisasi Dengan Kapur, Fly Ash, Dan Mikro Biobakteri. Jurnal TEKNIK POMITS, 1(1).

Primadona, S., Muhardi, & Kurniawan, A. (2015). Stabilisasi Tanah Plastisitas Rendah Dengan Semen. Jom FTEKNIK Volume, 2(2).

Siregar, S., Fatnanta, F., & Muahrdi. (2018). Pengaruh Perubahan Kadar Air Terhadap Nilai Kuat Tekan Bebas Stabilisasi Tanah CL-ML Dengan Semen.

Stocker, D. T. (1963). A Research Project on The Mechanisms of Cement Stabilization of Black Soil. Aust. Road Research, 13-29.




Jurnal Rekayasa Sipil (JRS)-Universitas Andalas (Unand). ISSN: 1858-2133 (print) & 2477-3484 (online)
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Creative Commons License