Pengaruh penutupan perlintasan sebidang kereta api di jalan h.o.s. Cokroaminoto, yogyakarta

Prima Juanita Romadhona(1*), Shafira Artistika(2)

(1) Jurusan Teknik Sipil,Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta
(2) Jurusan Teknik Sipil,Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta
(*) Corresponding Author

DOI: https://doi.org/10.25077/jrs.16.2.119-131.2020

Copyright (c) 2020 Prima Juanita Romadhona, Shafira Artistika

Abstract


Maraknya kecelakaan transportasi khususnya pada perlintasan sebidang kereta api membuat pemerintah berupaya untuk menutup perlintasan sebidang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja ruas sekitar perlintasan sebidang kereta api Jalan H.O.S. Cokroaminoto Yogyakarta kondisi eksisting, penutupan perlintasan, dan penutupan perlintasan dengan flyover. Hasil kinerja tersebut kemudian digunakan untuk mendapatkan tingkat pelayanan ruas jalan. Tujuan selanjutnya memberikan permodelan lalu lintas akibat penutupan perlintasan kereta api pada perlintasan tersebut. Penelitian ini membutuhkan survei lapangan berupa volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, driving behavior, waktu siklus, dan waktu kedatangan kereta api yang melintas. Analisis kinerja ruas jalan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 untuk mengetahui nilai derajat kejenuhan, dan untuk mengetahui nilai kecepatan kendaraan menggunakan aplikasi permodelan VISSIM. Dari hasil tersebut kemudian dapat diketahui tingkat pelayanan ruas jalan yang mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 96 Tahun 2015. Hasil penelitian menunjukkan pada kondisi penutupan perlintasan, nilai derajat kejenuhan pada semua ruas jalan mengalami penurunan, yang menunjukkan peningkatan kinerja ruas jalan, kecuali di Jalan Pembela Tanah Air pada simpang 3 Selatan perlintasan, karena terjadi pembebanan volume pada ruas tersebut. Kecepatan kendaraan berbanding lurus dengan derajat kejenuhan, hanya di Jalan Pembela Tanah Air yang mengalami penurunan kecepatan. Pada kondisi penutupan perlintasan dengan flyover, semua ruas mengalami penurunan derajat kejenuhan yang berarti peningkatan kinerja ruas jalan dengan pelebaran jalan pada Jalan Pembela Tanah Air. Sedangkan untuk kecepatan, hanya ruas yang berada tepat di sebelah Utara perlintasan saja yang mengalami penurunan dikarenakan kondisi menanjak pada flyover.

Keywords


Penutupan perlintasan kereta api; VISSIM; Jalan H.O.S. Cokroaminoto Yogyakarta

Full Text:

PDF

References


AG, P. T. V. A. (2016). VISSIM 9.0-11 User Manual. Karlsruhe.

Direktorat Jenderal Bina Marga. (1997). Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum.

Hartono. (2016). Perlintasan Sebidang Kereta Api di Kota Cirebon. Jurnal Penelitian Transportasi Darat, 18(1), 45-62.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia. (2011). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 36 Tahun 2011 tentang Perpotongan dan/atau Persinggungan antara Jalur Kereta Api dengan Bangunan Lain Pasal 2, 3, 4, dan 7. Jakarta: Menteri Perhubungan.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia. (2015). PM No.96 Tahun 2015 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Manajemen dan Rekayasa Lalulintas. Jakarta: Menteri Perhubungan.

Mulyono, Slamet, G., & Suwardi. (2006). Analisis Lalulintas Pertemuan Jalan Raya dengan Lintasan Kereta Api Ledok Sari di Surakarta. Jurnal Eco Rekayasa, 2(1).

Muthmainnah, S. (2015). Pengaruh Tundaan dan Panjang Antrian terhadap Konsumsi Bahan Bakar Akibat Penutupan Pintu Perlintasan Kereta Api (Studi Kasus Perlintasan Kereta Api di Timur Stasiun Lempuyangan). Jurnal Universitas Islam Indonesia, 1-10.

Muttaqin, M. Z., Sumarsono, A., & Dewi, H. (2014). Pengaruh Tundaan dan Antrean Panjang Kendaraan terhadap Konsumsi Bahan Bakar Minyak Aakibat Penutupan Pintu Perlintasan Kereta Api (Studi Kasus pada Perlintasan Kereta Api Purwosari, Surakarta). E-Jurnal Matriks Teknik Sipil, 344-350.

Purnama, D. P., & Indarto, H. (2017). Desain Fly Over Sebidang Jalan Kereta Api Di Jalan Slamet Riyadi Surakarta. JURNAL TEKNIK SIPIL, 6(1), 275-281.

Putra, R. K., Mahmudah, N., & Setiawan, D. (2013). Inspeksi Keselamatan di Perlintasan Sebidang pada JPL 348 KM 163 + 220, Jalan Sorowajan Baru, Yogyakarta. Jurnal Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 1-8.

Republik Indonesia. (2007). Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 91 ayat 1 dan 2, Pasal 124. Jakarta: Sekertariat Negara.

Republik Indonesia. (2009). Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Kereta Api Pasal 110. Jakarta: Sekretariat Negara.

Sitorus, F. P., & Surbakti, M. S. (2013). Studi Pengaruh Perlintasan Sebidang Jalan dengan Rel Kereta Api Terhadap Karakteristik Lalu Lintas (Studi Kasus: Perlintasan Kereta Api Jalan Sisingamangaraja, Medan). Universitas Sumatera Utara, 2(2).

Tamin, O. (2000). Perencanaan dan Permodelan Transportasi. Bandung: Institut Teknologi Bandung.

Widodo, A. P. (2007). Kajian Penutupan Perlintasan Sebidang antara Jalan Kereta Api dengan Jalan Raya pada lokasi Jalan KH . Mas Mansyur dan Jalan Abdul Syafi’ie Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Article of Civil Engineering, Universitas Gunadarma, 1-40.

Winnetou, I. A., & Munawar, A. (2015). Penggunaan Software VISSIM untuk Evaluasi Hitungan MKJI 1997 Kinerja Ruas Jalan Perkotaan.

Yusyadiputra, M., Hermawanto, R., Pudjianto, B., & Yulipriyono, E. (2014). Pengaruh Penutupan Pintu Perlintasan Jalan Rel Terhadap Kinerja Lalu Lintas Jalan Raya Di Perlintasan Kaligawe Semarang Dan Kaliwungu Kendal. Jurnal Karya Teknik Sipil, 3, 723-735.




Jurnal Rekayasa Sipil (JRS)-Universitas Andalas (Unand). ISSN: 1858-2133 (print) & 2477-3484 (online)
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Creative Commons License