Penelaahan Kualitas Workmanship Pekerjaan Komponen Arsitektur Pada Konstruksi Gedung dan Pengendaliannya Berdasarkan Konsep DMAIC

Meifrinaldi Meifrinaldi(1*)

(1) Construction Engineering And Management Research Group, Civil Engineering Department, Faculty of Civil and Environmental Engineering, Institut Teknologi bandung
(*) Corresponding Author

DOI: https://doi.org/10.25077/jrs.15.1.21-32.2019

Copyright (c) 2019 Meifrinaldi

Abstract


Keberhasilan suatu proyek konstruksi dapat diukur dengan penilaian atas biaya, mutu/kualitas dan waktunya. Dari aspek – aspek yang ada pada pekerjaan konstruksi gedung, pekerjaan arsitektur merupakan pekerjaan dengan komponen-komponen yang dapat dilihat secara kasat mata, sehingga pekerjaan arsitektur cenderung menjadi sumber utama keluhan dan ketidakpuasan pihak owner (Pheng dan Hui, 2004). Penelitian yang dilakukan oleh Ellizar (2011) terhadap 2 proyek konstruksi yang dilakukan oleh 2 kontraktor bersertifikasi ISO, menemukan bahwa tingkat kualitas untuk pekerjaan arsitektur masih cenderung rendah, perlu dilakukan perbaikan – perbaikan untuk meningkatkan hal tersebut. Berangkat dari hal tersebut, pada penelitian ini dilakukan penelaahan dari sisi workmanship untuk pekerjaan komponen internal finishes (keramik lantai, dinding bagian dalam, plafond, pintu dan jendela) pada kontraktor menggunakan bantuan pendekatan DMAIC (Define – Measure – Analyze – Improve – Control) sebagai kerangka acuan dalam melakukan penelaahan. Penelitian ini mengambil studi kasus pada pembangunan Asrama Mahasiswa Kampus ITB Jatinangor. Berdasarkan hasil kajian dan perbandingan literatur, identifikasi cacat dan pengukurannya ditinjau berdasarkan standar kualitas workmanship yang dimiliki oleh Singapura, CONQUAS (Construction Quality Asessment System). Standar ini dikeluarkan oleh Building Construction Authority of Singapore. Selanjutnya proses perhitungan cacat dilakukan menggunakan cascading pada pareto serta bantuan fishbone diagram untuk mencari akar permasalahannya. Observasi dan interview dengan mandor di lapangan juga dilakukan untuk mengidentifikasi proses kerja yang dilakukan, standar yang digunakan dan permasalahan yang dihadapi. Dari hasil penelitian yang dilakukan telah disusun sebuah kerangka pengendalian workmanship untuk komponen arsitektur, serta teridentifikasi bahwa kondisi pekerja yang bekerja tidak mengikuti peraturan ataupun standar yang sudah dimiliki oleh kontraktor menjadi penyeb utama rendahnya kualitas workmanship untuk studi kasus pembangunan Asrama Mahasiswa Kampus ITB Jatinangor. Telah diidentifikasi pula perbaikan – perbaikan apa saja yang dapat dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas workmanship untuk pekerjaan komponen internal finishes.


Keywords


DMAIC; workmanship; CONQUAS; kerangka pengendalian

Full Text:

PDF

References


Andi, A., & Chandra, H. P. (2005). Budaya Kualitas Pada Proyek Konstruksi. Bandung: Kelompok Keahlian Manajemen dan Rekayasa Konstruksi. Institut Teknologi Bandung.

Bregman, B. & Klefsjo, B. (2005). The TQM Magazine. 17(1),19-34.

Building and Construction Authority. (2008). Conquas 21 : The BCA construction quality assessment system (7th ed). Singapore : BCA.

Building Research Establishment (BRE) (1988). Common defects in Low rise Traditional Housing. Digest 268. Garston : BRE.

Construction Quality Forum (CQF) (1997). CQF Database Analysis-Report 4, April 1997. Garston: CQF.

Davison, J.I. (2000). Workmanship and Rain Peneration of Masonry Walls. Atlantic Regional Station, Division of Building Research. National Research Council of Canada

Ellizar, E. (2011). Analisis Penerapan Metode Six Sigma Untuk Pengendalian Kualitas Pekerjaan Komponen Arsitektur Pada Konstruksi Gedung Di Indonesia (Tesis). Institut Teknologi Bandung.

Gaspersz, V. (2001). Total Quality Management. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Goetsch, D.L., & Davis, S.B. (1994). Quality Management : Introduction to Total Quality Management for Production, Processing and Services. Pearson Pretice Hall.

Hurley, B. F. (1995). Age, gender, and muscular strength. Journals of Gerontology-Biological Sciences and Medical Sciences, 50, 41-44.

Karim, K., Marosszeky, M., Chung, H., Kumaraswamy, M., & Low, S.P. (2000). A Comparative Study of ISO 9000 Quality Management System in the construction Industry: Australia, Hongkong and Singapore. Proceeding of 5th International Conference on ISO 9000 and TQM-Action 2000: Imperatives for Improvement, Singapore.

Krishnamoorthi, K.S. (2006). A first course in quakity engineering. New Jersey : Pearson education, inc.

Love, P.E.D., Li, H., Irani, Z., & Faniran, O. (2000). Total Quality Management and The Learning Organisation: A Dialogue for Change in Construction. Construction Managements and Economics, 18, 321-331.

Pande, P. S., Neuman, R.P., & Cavenaugh, R.R. (2005). The Six Sigma Way Team Fieldbook. New York: McGraw Hill.

Pheng, L. S., & Hui, M. S. (2004). Implementing and applying Six Sigma in construction. Journal of construction engineering and management, 130(4), 482-489.

Rumane, A.R. (2011). Quality Management in Construction Project. Taylor and Francis Group.

Stewart, R.A., & Spencer, C. (2006). Delivering the promise: Six-Sigma as a Strategy for Process Improvement On Construction Projects. Proceeding of The ninth east Asia-Pacific Conference on Structural Engineering and Construction.

Tehrani, M.D, (2010). Performance Improvement in Construction Project Based on Six Sigma Principles (Thesis). University of Boras

Wah, L.S., Min, L.C., & Ann, T.W. (1994). ISO 9000 In Construction. Singapore : Mc. Graw Hill Book Co.

Watt, D. S,. (1999). Building Pathology Principle and Practice. Blackwell Science.

Wood, B,. (2009). Building Maintenance. Wiley Blackwell.

Y. Latief, & Utami, R. P.. (2009). Penerapan Pendekatan Metode Six Sigma Dalam Penjagaan Kualitas Pada Proyek Konstruksi. Makara Teknologi, 13(2), 67-72.




Jurnal Rekayasa Sipil (JRS)-Universitas Andalas (Unand). ISSN: 1858-2133 (print) & 2477-3484 (online)
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Creative Commons License