Implementasi Last Planner System Pada Proyek di Palembang (Studi Kasus Proyek Rusunami Jakabaring)

Evriza Khoirunnisa(1*), Mona Foralisa Toyfur(2), Betty Susanti(3)

(1) Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
(2) Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
(3) Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
(*) Corresponding Author

DOI: https://doi.org/10.25077/jrs.15.1.43-56.2019

Copyright (c) 2019 Evriza Khoirunnisa, Mona Foralisa Toyfur, Betty Susanti

Abstract


Saat ini sektor konstruksi mulai melakukan upaya untuk mengurangi waste sekaligus meningkatkan value dengan mengadopsi teori produksi pada industri manufaktur kepada industri konstruksi yang disebut lean construction (konstruksi ramping). Sistem pengendalian produksi (production control) dengan konsep konstruksi ramping merupakan salah satu sistem dalam perencanaan dan pengendalian jadwal pekerjaan. Komponen yang terdapat konsep konstruksi ramping tersebut adalah sistem the Last Planner (LPS). Last Planner System belum banyak digunakan dan mempunyai potensi yang baik karena merupakan bagian dari komponen lean construction dimana dalam perencanaannya semua pihak dapat terlibat secara langsung dan terkoordinasi sehingga pekerjaan yang direncanakan dapat terkontrol dengan baik dalam pelaksanaannya. Setelah melakukan analisis progress kerja harian, LPS mempunyai indikator kinerja yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aliran pekerjaan dapat tercapai dengan baik, adapun kontrol aliran kerja Last Planner System yaitu Master Plan, Phase Planning dan Pull Planning, Lookahead Planning, Constraints Analysis, Shielding Production, Weekly Work Plan dan Percent Plan Complete (PPC) sebagai standar untuk mengontrol unit-unit produksi, menentukan jadwal proyek, strategi pelaksanaan, dan lain-lain. Pada penelitian ini, hasil rata-rata PPC adalah 73%. Tujuan dilakukannya penelitian dengan metode LPS ini yaitu untuk menganalisis implementasi konsep Last Planner System yang dibandingkan dengan progress aktual dalam meningkatkan reliabilitas pekerjaan harian dan Melakukan evaluasi kinerja pekerjaan kontraktor menggunakan LPS. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini menggunakan kurva S, data progress rencana dan aktual mingguan proyek juga dilakukan pengolahan data dengan konsep aliran kerja LPS. Untuk membuktikan bahwa perhitungan PPC yang dilakukan sesuai dengan kondisi di lokasi proyek, maka dilakukan perbandingan data dari hasil perhitungan PPC menggunakan LPS dengan progress data mingguan di lokasi proyek yang didapat dari pihak kontraktor. Dari hasil perbandingan data tersebut dapat dilihat bahwa hasil PPC mingguan tidak jauh berbeda dengan hasil data progress mingguan yang didapat dari pihak kontraktor. Hal ini membuktikan bahwa LPS dapat meningkatkan reabilitas perencanaan di atas 70% sehingga tingkat resiko terjadinya keterlambatan proyek akan semakin kecil.

Keywords


Lean construction; Last planner system

Full Text:

PDF

References


Abduh, M., (2005). Konstruksi Ramping: Memaksimalkan Value dan Meminimalkan Waste. Bandung: Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB.

Adamu, I., & Howell, G. (2012). Applying Last Planner in The Nigerian Construction Industry. Proceedings of the 20 Annual Conference of the International Group for Lean Construction, Nigeria.

Arifin, A. (2017). Eksplorasi Penggunaan Last Planner System untuk Monitoring dan Evaluasi Progress Pekerjaan Proyek Konstruksi (Skripsi). Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Ballard, G., (2000). The Last Planner System Of Production Control (Theses). School of Civil Engineering Faculty of Engineering The University of Birmingham. UK.

Ballard, G., & Howell, G. (2004). Competing construction management paradigms. Lean Construction Journal, 1(1), 38-45.

Forbes, L. H., Ahmed, S. M., & Barcala, M. (2002, November). Adapting lean construction theory for practical application in developing countries. In Proceedings of the first CIB W107 International Conference: Creating a Sustainable Construction Industry in Developing Countries, Stellenbosch, South Africa (Vol. 11, p. 13).

Herry, (2015). An Introduction Do Pull Planning. Los Angeles, U.S.A.

Lean Construction Institute. (2015). Lean Project Delivery Glossary. Lean Construction Institute.

Mossman, A. (2013). Last PlannerĀ®: 5+ 1 crucial & collaborative conversations for predictable design & construction delivery. The Change Business Ltd., UK, 26.

Mudzakir, A. C., Setiawan, A., Wibowo, M. A., & Khasani, R. R. (2017). Evaluasi Waste Dan Implementasi Lean Construction (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Serbaguna Taruna Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang). Jurnal Karya Teknik Sipil, 6(2), 145-158.

Munje, A. S., & Patil, D. S. (2014). Comparative study of last planner system over traditional construction processes. Current Tren. Tech. Sci, 3, 308-311.

Patel, A. (2011). The Last Planner System For Reliable Project Delivery (Thesis). Arlington, University Of Texas, U.S.A.

Proboyo, B. (2004). Keterlambatan Waktu Pelaksanaan Proyek Klasifikasi dan Peringkat dari Penyebab-Penyebabnya. Civil Engineering Dimension, 1(1), 46-58.

Steven, S., Robby, R., & Andi, A. (2013). Perhitungan Percent Plan Completed Dan Identifikasi Faktor Tidak Tercapainya Rencana Pekerjaan Pada Suatu Proyek Konstruksi. Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil, 2(2).

Wijaya, M. R. A., Hatmoko, J. U. D., & Suripin, (2015). Assessment of Lean Construction Principles: A Case Study at Semarang Medical Centre Hospital Project. Jurnal Ilmu dan Terapan Bidang Teknik Sipil, Undip, 21(2). Semarang.




Jurnal Rekayasa Sipil (JRS)-Universitas Andalas (Unand). ISSN: 1858-2133 (print) & 2477-3484 (online)
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Creative Commons License