Analisis Spasial Kekeringan Meteorologis Daerah Aliran Sungai Siak

Manyuk Fauzi(1*), Bambang Sudjatmoko(2), Sandi Cahyono(3), Imam Suprayogi(4)

(1) Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Riau
(2) Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Riau
(3) Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Riau
(4) Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Riau
(*) Corresponding Author

DOI: https://doi.org/10.25077/jrs.13.2.123-131.2017

Copyright (c) 2017 Manyuk Fauzi, Bambang Sudjatmoko, Sandi Cahyono, Imam Suprayogi

Abstract


Daerah aliran sungai Siak bagian hilir merupakan kawasann gambut yang luas dengan kategori gambut sangat dalam (lebih dari 4 meter). Hingga Agutus 2017, berdasarkan laporan Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) jumlah hotspot pada lahan gambut di Provinsi Riau dengan kedalaman lebih dari 4 meter mencapai 397 titik. Kebakaran hutan dan lahan gambut merupakan agenda tahunan Riau, khususnya pada musim kemarau (kering). Tingkat kekeringan suatu daerah dapat diketahui dengan menghitung indeks kekeringannya. Indeks kekeringan merupakan suatu perangkat utama guna mendeteksi, memantau dan mengevaluasi kejadian kekeringan. Salah satu metode guna menghitung indeks kekeringan adalah metode Thornthwaite Mather. Metode tersebut menekankan pentingnya faktor curah hujan dan evapotranspirasi potensial. Analisis kekeringan dilakukan berdasarkan data hujan yang terukur dan tercatat pada 4 stasiun di dalam daerah aliran sungai Siak meliputi Buatan, Kandis, Petapahan Baru dan Pekanbaru. Hasil analisis menunjukan nilai total maksimum indeks kekeringan terjadi pada tahun 2014 dan Tahun 2015 dengan persentase sebagai berikut stasiun hujan Buatan 466,31%, Kandis 398,33%, Petapahan Baru 757,17% dan Pekanbaru 520,77%.

Keywords


indeks kekeringan; daerah aliran sungai siak; thornthwaite mather

Full Text:

PDF

References


Badan Nasional Penenggulangan Bencana. 2016. Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Jakarta.

Departemen Pekerjaan Umum. 2003. Permasalahan Kekeringan dan Cara Mengatasinya. Puslitbang Sumber Daya Air. Bandung.

Ersyidarfia, N., Fauzi, M., dan Sujatmoko, B. 2012. Perhitungan Indeks Kekeringan Menggunakan Teori Run pada DAS Indragiri. Thesis for Undergraduate Program. Universitas Riau, Pekanbaru (unpublished).

Jauhari, M. 2015. Penerapan Metode Thornthwaite Mather dalam Analisa Kekeringan Di DAS Dodokan Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat. Thesis for Undergraduate Program. Universitas Brawijaya Fathur, Malang (unpublished).

Kafindo, A.N. 2015. Analisa Kekeringan Menggunakan Metode Thornthwaite Mather pada Sub-sub DAS Keyang Kabupaten Ponorogo. Thesis for Undergraduate Program. Universitas Brawijaya Fathur, Malang (unpublished).

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 2015. Permen PUPR No. 04/PRT/M?2015 Tentang Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai. Jakarta.

Oktaviani, S. 2015. Analisis Kekeringan dengan Menggunakan Metode Theory Of Run Studi Kasus DAS Ciujung. Thesis for Undergraduate Program. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten (unpublished).




Jurnal Rekayasa Sipil (JRS)-Universitas Andalas (Unand). ISSN: 1858-2133 (print) & 2477-3484 (online)
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Creative Commons License